Palembang, 29 Agustus 2026 – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menerima penghargaan sebagai Gubernur Inisiator Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sekaligus pelantikan dan pengukuhan DPP serta DPD Aslinmas se-Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat, 28 Agustus 2026. Dalam kesempatan yang sama, Herman Deru juga dikukuhkan sebagai Anggota Dewan Penasihat DPP Aslinmas Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peran Sumatera Selatan dalam mendorong penguatan organisasi perlindungan masyarakat di tingkat nasional.
Penghargaan kepada Herman Deru diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri sekaligus Pembina Satlinmas, Akhmad Wiyagus. Herman Deru menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Selatan untuk menjadi tuan rumah deklarasi Aslinmas seluruh Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan Aslinmas. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, serta perlindungan warga.
Herman Deru mengatakan keberadaan Aslinmas perlu terus diperkuat agar dapat menjalankan fungsi sosialnya secara lebih optimal. Organisasi tersebut memiliki jaringan yang dekat dengan masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu unsur yang membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan di tingkat daerah. Dukungan pemerintah terhadap Aslinmas juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pembinaan, peningkatan kapasitas anggota, serta penyediaan dukungan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas. Dengan penguatan tersebut, keberadaan anggota perlindungan masyarakat diharapkan semakin memberikan manfaat nyata bagi warga.
Pengukuhan Herman Deru sebagai anggota Dewan Penasihat DPP Aslinmas juga menjadi bagian dari rangkaian penguatan organisasi tersebut. Bersama sejumlah tokoh dan kepala daerah lainnya, ia diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan Aslinmas di masa mendatang. Peran dewan penasihat menjadi penting untuk membantu organisasi menyusun langkah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan tantangan di daerah. Berbagai persoalan seperti bencana, gangguan ketertiban, konflik sosial, serta kondisi darurat membutuhkan koordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur perlindungan masyarakat.
Dalam kegiatan yang sama, Akhmad Wiyagus meminta Satlinmas memperkuat perannya dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Menurutnya, Satlinmas memiliki posisi strategis karena personelnya berada dekat dengan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Kondisi tersebut membuat anggota Satlinmas dapat membantu melakukan pemantauan lingkungan, menyampaikan edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan, serta melaporkan potensi kebakaran sejak dini. Respons cepat terhadap informasi mengenai titik api dinilai dapat membantu mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Ancaman karhutla menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Kebakaran lahan dapat mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, kegiatan pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga transportasi. Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak sejak tingkat paling bawah. Satlinmas dapat berperan dalam membangun komunikasi dengan warga, mengingatkan masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta membantu menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah dan aparat terkait ketika menemukan potensi bahaya.
Jumlah personel Satlinmas yang tersebar di berbagai wilayah menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung sistem perlindungan masyarakat. Dengan keberadaan anggota hingga tingkat desa dan kelurahan, informasi mengenai kondisi lingkungan dapat diterima lebih cepat oleh pemerintah. Namun, kemampuan tersebut perlu didukung dengan pembinaan dan peningkatan kapasitas agar anggota memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat. Koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, pemerintah desa, dan masyarakat juga menjadi bagian penting agar penanganan berbagai persoalan dapat dilakukan secara terpadu.
Selain karhutla, penguatan Satlinmas juga diarahkan untuk menghadapi berbagai tantangan lain di daerah. Anggota perlindungan masyarakat dapat membantu dalam menghadapi bencana alam, gangguan ketertiban umum, potensi konflik sosial, hingga mendukung pelaksanaan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Peran tersebut membuat Satlinmas tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat secara rutin. Sistem keamanan lingkungan dan semangat gotong royong juga dapat diperkuat melalui keterlibatan aktif masyarakat bersama unsur perlindungan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan di Palembang tersebut turut dilakukan pengukuhan pengurus DPP Aslinmas dan DPD Aslinmas Sumatera Selatan. Pengurus yang telah dikukuhkan diharapkan segera menjalankan program organisasi sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Kehadiran organisasi di berbagai wilayah diharapkan dapat membantu menciptakan jaringan perlindungan masyarakat yang lebih terstruktur. Dengan adanya koordinasi yang baik, berbagai informasi mengenai potensi gangguan keamanan, bencana, maupun persoalan sosial dapat diteruskan dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.
Sebagai tuan rumah deklarasi Aslinmas seluruh Indonesia, Sumatera Selatan juga menunjukkan komitmennya terhadap penguatan perlindungan masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui sejumlah fasilitas dan bantuan untuk mendukung kegiatan organisasi di daerah. Momentum pemberian penghargaan kepada Herman Deru sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, Aslinmas, dan berbagai unsur masyarakat. Ke depan, peran organisasi diharapkan semakin berkembang sehingga tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan keselamatan masyarakat di berbagai daerah.






