Jakarta, 8 Mei 2026 – Industri perhotelan di Amerika Serikat mulai menghadapi kekhawatiran menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 setelah muncul prediksi bahwa jumlah wisatawan mancanegara atau wisman yang datang bisa lebih rendah dari perkiraan awal.
Turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut memang diproyeksikan menjadi salah satu ajang olahraga paling besar sepanjang sejarah karena digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan jumlah peserta yang meningkat menjadi 48 negara.
Namun sejumlah pelaku industri pariwisata dan perhotelan di Amerika Serikat mulai cemas karena tingginya biaya perjalanan, persoalan visa, kondisi ekonomi global, serta ketidakpastian geopolitik disebut dapat memengaruhi minat wisatawan asing untuk datang langsung menyaksikan pertandingan.
Beberapa pengamat industri wisata menilai harga tiket pesawat, akomodasi, dan biaya hidup di kota-kota tuan rumah Amerika Serikat berpotensi menjadi hambatan utama bagi wisatawan internasional.
Selain itu, proses pengurusan visa yang dinilai cukup panjang dan ketat juga dikhawatirkan membuat sebagian calon penonton memilih tidak melakukan perjalanan ke Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.
Pelaku industri hotel sebelumnya memperkirakan Piala Dunia 2026 akan membawa lonjakan besar tingkat okupansi hotel di berbagai kota penyelenggara seperti New York, Los Angeles, Miami, Dallas, dan Atlanta.
Namun kini sejumlah analis memprediksi peningkatan jumlah tamu hotel kemungkinan tidak sebesar yang diharapkan apabila kondisi ekonomi global masih belum stabil menjelang turnamen dimulai.
Kekhawatiran tersebut juga diperkuat oleh tren wisata internasional yang mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir, di mana banyak wisatawan lebih selektif dalam mengeluarkan biaya perjalanan akibat tekanan ekonomi dan inflasi global.
Meski demikian, sebagian pelaku industri tetap optimistis Piala Dunia 2026 akan mendatangkan dampak ekonomi besar karena ajang tersebut diperkirakan tetap menarik jutaan penggemar sepak bola dari seluruh dunia.
Selain pertandingan sepak bola, berbagai acara hiburan, festival penggemar, dan kegiatan ekonomi pendukung diyakini tetap mampu menggerakkan sektor pariwisata dan bisnis lokal di kota-kota tuan rumah.
Pengamat olahraga internasional menilai keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia tidak hanya bergantung pada pertandingan di lapangan, tetapi juga kesiapan infrastruktur, akses wisata, transportasi, dan kenyamanan pengunjung internasional.
Pemerintah Amerika Serikat bersama penyelenggara turnamen disebut terus berupaya memperkuat promosi wisata dan mempermudah akses perjalanan bagi wisatawan asing menjelang dimulainya kompetisi.
Sektor perhotelan sendiri menjadi salah satu industri yang paling berharap mendapat keuntungan besar dari turnamen tersebut karena biasanya event olahraga global mampu meningkatkan okupansi hotel dan aktivitas wisata secara signifikan.
Meski bayang-bayang penurunan wisatawan asing mulai menjadi perhatian, industri pariwisata Amerika Serikat masih berharap euforia Piala Dunia 2026 tetap mampu menarik pengunjung internasional dalam jumlah besar dan memberikan dampak ekonomi positif bagi berbagai sektor usaha.






