Jakarta, 19 September 2026 – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyiapkan Kriyanusa 2026 sebagai etalase besar bagi perajin Indonesia untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas akses pasar hingga tingkat internasional. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26-30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat. Tahun ini Kriyanusa mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” yang menekankan peningkatan daya saing sekaligus keberlanjutan industri kerajinan nasional. Sebanyak 257 peserta dari berbagai kota dan kabupaten akan mengikuti kegiatan tersebut dengan total sekitar 410 booth. Dekranas berharap pameran tidak berhenti sebagai tempat transaksi, tetapi menjadi pintu bagi perajin memperoleh jejaring dan kesempatan mengikuti kegiatan yang lebih luas. Produk-produk yang memiliki potensi juga didorong agar dapat memperoleh akses menuju pasar internasional.
Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat pembinaan terhadap perajin di berbagai daerah. Menurutnya, terdapat 14 kementerian dan lembaga di dalam Dekranas yang dapat mengarahkan berbagai program kepada Dekranasda. Jaringan tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk menjangkau perajin binaan hingga ke pelosok Indonesia. Pendekatan itu dinilai penting karena kemampuan perajin tidak hanya perlu diperkuat dari sisi produksi, tetapi juga kualitas, kreativitas, pemasaran dan akses terhadap pasar. Pembinaan juga diarahkan berlangsung secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan prinsip eko-ekonomi. Melalui skema tersebut, produk kriya Indonesia diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan dan standar pasar yang lebih luas.
Dekranas juga berupaya menghubungkan perajin dengan berbagai lembaga yang memiliki jaringan perdagangan internasional. Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Bank Indonesia menjadi beberapa pihak yang disebut berkolaborasi dalam membuka peluang tersebut. Perajin binaan Dekranasda dapat melalui proses kurasi sebelum diarahkan mengikuti program kementerian maupun lembaga yang relevan. Trade Expo Indonesia juga menjadi salah satu ajang yang dapat membuka akses lebih luas karena memiliki orientasi perdagangan dan ekspor. Strategi tersebut memungkinkan perajin tidak hanya bergantung pada pasar lokal atau pameran berskala daerah. Kualitas produk, konsistensi produksi serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar menjadi faktor yang perlu diperkuat agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kriyanusa 2026 juga akan menghadirkan Lomba Produk Kriya Potensial 2026 sebagai bagian dari upaya mencari produk dengan daya saing tinggi. Kompetisi tersebut terbuka bagi peserta yang mengisi booth dalam pameran dan mencakup delapan kategori kriya. Kategori itu meliputi keramik, serat alam, kayu, kain, batuan, logam, bahan alam lainnya serta bahan olahan lainnya. Produk yang terpilih nantinya berpeluang memperoleh kesempatan mengikuti pameran dengan jangkauan yang lebih luas. Kesempatan tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan di dalam negeri, tetapi juga pameran yang berpotensi membuka akses ke luar negeri. Dengan mekanisme itu, kompetisi diharapkan menjadi bagian dari proses kurasi sekaligus peningkatan standar produk perajin.
Penguatan pasar juga berjalan bersama upaya memperkenalkan kerajinan kepada generasi muda. Kriyanusa 2026 akan menghadirkan pengalaman digital imersif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan unsur-unsur kriya Nusantara melalui teknologi. Pengunjung dapat mencoba aktivitas seperti melukis secara digital hingga mengenakan pakaian dari berbagai daerah secara interaktif. Pendekatan tersebut dirancang agar warisan kerajinan tidak hanya diperkenalkan melalui metode pameran konvensional. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan membuat kriya lebih dekat dengan kebiasaan generasi muda yang telah terbiasa berinteraksi di ruang digital. Dekranas menilai regenerasi konsumen maupun perajin penting untuk menjaga keberlanjutan industri kerajinan Indonesia dalam jangka panjang.
Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming sebelumnya juga mendorong Kriyanusa menjadi ruang yang semakin luas bagi perajin dan UMKM daerah untuk memperkenalkan produk, mendapatkan peluang pasar dan meningkatkan daya saing. Arahan tersebut disampaikan ketika menerima Panitia Pameran Kriyanusa 2026 pada 17 September. Dekranas menempatkan pameran tahunan tersebut sebagai salah satu agenda utama untuk memberikan ruang kepada perajin dari berbagai daerah. Selain pameran kerajinan dan kuliner Nusantara, kegiatan tahun ini akan dilengkapi sejumlah program seperti Wastra Holo, Membatik Digital, peragaan busana, Fashion DNA, lokakarya, talkshow dan mini workshop. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Pameran juga terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya masuk.
Potensi ekonomi menjadi salah satu alasan pengembangan industri kriya terus didorong. Dekranas memandang kerajinan bukan hanya sebagai hasil keterampilan tangan, tetapi juga bagian dari warisan budaya dan identitas Indonesia yang mempunyai nilai ekonomi. Setiap daerah memiliki bahan, teknik, motif dan karakter produk yang dapat menjadi pembeda ketika memasuki pasar yang lebih luas. Keunikan tersebut menjadi modal bagi perajin Indonesia ketika berhadapan dengan produk dari negara lain. Namun, karakter budaya tetap perlu dipadukan dengan peningkatan kualitas, desain, kapasitas produksi dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen. Pengembangan tersebut diharapkan membuat nilai budaya tetap terjaga tanpa menghambat inovasi yang diperlukan untuk memperluas pasar.
Kehadiran ratusan peserta dalam Kriyanusa 2026 sekaligus membuka kesempatan terjadinya pertukaran pengetahuan antarpelaku industri kerajinan. Perajin dapat melihat perkembangan desain, material dan pendekatan pemasaran yang digunakan peserta dari wilayah lain. Interaksi dengan pengunjung juga memberikan kesempatan memperoleh masukan mengenai selera konsumen dan daya tarik produk. Bagi pelaku usaha yang sedang mengembangkan bisnis, pameran dapat menjadi sarana membangun jaringan dengan calon mitra, pembeli maupun lembaga pendukung. Dekranas ingin peluang tersebut terus berlanjut setelah pameran selesai sehingga perajin memperoleh manfaat jangka panjang. Karena itu, pembinaan dan koneksi dengan program kementerian maupun lembaga menjadi bagian penting dari strategi yang dijalankan.
Melalui Kriyanusa 2026, Dekranas menargetkan semakin banyak produk kerajinan Indonesia memiliki daya saing untuk memasuki pasar nasional maupun internasional. Pameran menjadi salah satu tahap untuk mempertemukan kreativitas perajin daerah dengan peluang bisnis yang lebih luas, sementara program pembinaan diperlukan untuk menjaga keberlanjutannya. Kolaborasi antara Dekranas, Dekranasda, kementerian, lembaga pemerintah dan mitra lainnya diharapkan dapat menjangkau perajin hingga wilayah yang selama ini memiliki akses pasar terbatas. Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian dari strategi memperkenalkan kriya kepada kelompok konsumen baru tanpa meninggalkan karakter budaya masing-masing daerah. Dengan 257 peserta dan 410 booth yang disiapkan, Kriyanusa tahun ini akan memperlihatkan beragam karya dari berbagai penjuru Indonesia. Ajang tersebut diharapkan menjadi salah satu jembatan bagi perajin Nusantara untuk naik kelas dan memperluas perjalanan produknya menuju pasar global.





