Jakarta, 29 Mei 2026 – Menjelang peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Api Abadi Mrapen mulai ramai dikunjungi masyarakat dan umat Buddha yang ingin menyaksikan langsung prosesi pengambilan Api Dharma Waisak. Tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut kembali menjadi magnet bagi wisatawan, peziarah, serta masyarakat umum yang tertarik melihat salah satu rangkaian penting dalam perayaan Waisak di Indonesia. Sejak pagi hingga sore hari, jumlah pengunjung terus meningkat dengan banyak di antaranya datang untuk mengabadikan momen sekaligus mempelajari nilai sejarah dan spiritual yang melekat pada tradisi tersebut. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah juga memberikan suasana berbeda di kawasan Mrapen yang biasanya lebih tenang pada hari-hari biasa. Aktivitas masyarakat, pedagang, dan petugas terlihat semakin sibuk seiring mendekatnya pelaksanaan prosesi pengambilan Api Dharma yang nantinya akan dibawa menuju rangkaian perayaan Waisak nasional.
Tradisi Api Dharma memiliki makna penting dalam peringatan Waisak karena api yang diambil dari Mrapen dianggap melambangkan cahaya kebijaksanaan, semangat pencerahan, dan kemurnian batin. Prosesi pengambilan api dilakukan secara khidmat oleh perwakilan umat Buddha sebelum api tersebut dibawa menuju lokasi perayaan Waisak. Banyak pengunjung yang hadir mengaku tertarik menyaksikan tradisi ini karena menggabungkan unsur spiritual, budaya, dan sejarah yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Selain menjadi bagian dari ritual keagamaan, tradisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana keberagaman budaya dan keyakinan dapat hidup berdampingan dalam suasana yang damai. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih memiliki daya tarik besar sebagai bagian dari warisan budaya nasional.
Pengamat budaya menjelaskan bahwa Api Abadi Mrapen memiliki nilai historis yang sangat penting karena telah lama menjadi bagian dari berbagai kegiatan nasional dan keagamaan di Indonesia. Selain digunakan dalam prosesi Waisak, api dari Mrapen juga pernah dimanfaatkan dalam sejumlah acara kenegaraan dan kegiatan simbolis lainnya. Keberadaan api yang terus menyala secara alami selama bertahun-tahun membuat lokasi tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun peneliti. Pengamat menilai tradisi pengambilan Api Dharma tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga menjadi sarana pelestarian warisan budaya yang memperkaya identitas bangsa. Karena itu, keberlangsungan tradisi ini dianggap penting untuk terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah pengunjung menjelang Waisak juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Pedagang makanan, penjual suvenir, hingga pelaku usaha kecil lainnya mulai merasakan peningkatan aktivitas seiring bertambahnya wisatawan yang datang ke kawasan Mrapen. Pengamat pariwisata menilai kegiatan keagamaan yang memiliki nilai budaya kuat seperti ini mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas. Namun mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian kawasan agar pengalaman pengunjung tetap nyaman dan nilai sejarah lokasi tetap terpelihara. Keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan wisata dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Mrapen untuk jangka panjang.
Ramainya pengunjung di Mrapen menjelang prosesi Api Dharma Waisak menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dan budaya masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain menjadi bagian dari ritual spiritual umat Buddha, kegiatan ini juga menghadirkan ruang pembelajaran mengenai sejarah, toleransi, dan keberagaman budaya bangsa. Banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat warisan budaya yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi seperti Api Dharma Waisak tetap mampu menarik perhatian publik dan memperkuat rasa penghargaan terhadap nilai-nilai budaya. Dengan dukungan masyarakat dan pengelolaan yang baik, tradisi ini diharapkan terus hidup dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia pada masa mendatang.






