Jakarta, 16 September 2026 – Manchester United harus menerima hasil mengecewakan setelah tersingkir dari Carabao Cup 2026/2027 usai dikalahkan Brighton & Hove Albion dengan skor 2-3 di Old Trafford. Setan Merah sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat baik dan sudah unggul dua gol dalam sepuluh menit pertama. Shea Lacey membuka skor pada menit kedelapan sebelum Mason Mount menggandakan keunggulan dua menit kemudian. Namun, Brighton mampu bangkit melalui gol Charalampos Kostoulas, Pascal Gross, dan Maxim De Cuyper. Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena United gagal mempertahankan keunggulan 2-0 di kandang sendiri. Performa sejumlah pemain, terutama di sektor pertahanan, menjadi salah satu faktor yang paling banyak mendapat sorotan.
Karl Darlow menjadi salah satu pemain yang mengalami malam sulit dalam pertandingan tersebut. Kiper yang mendapatkan kesempatan tampil sejak awal itu dinilai kurang meyakinkan ketika Brighton mencetak gol pertama. Darlow terlambat mengambil keputusan untuk keluar dari gawang ketika Kostoulas mendapatkan kesempatan di area berbahaya. Gol tersebut membuat Brighton kembali mendapatkan momentum menjelang berakhirnya babak pertama. Pada gol ketiga, Darlow kembali kesulitan mengantisipasi serangan cepat yang diselesaikan De Cuyper. Tiga gol yang bersarang membuat penampilannya menjadi salah satu bagian yang paling banyak dievaluasi setelah pertandingan.
Diogo Dalot juga mengalami kesulitan menjaga sisi pertahanan Manchester United. Bek Portugal tersebut beberapa kali mendapatkan tekanan dari pergerakan Malick Yalcouye yang aktif menyerang melalui sisi lapangan. Salah satu kehilangan bola United juga bermula dari keputusan Dalot ketika mencoba membangun serangan dari belakang. Brighton mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk meningkatkan tekanan dan menciptakan peluang. Dalot juga tidak memberikan kontribusi menyerang sebesar yang diharapkan ketika United mulai kehilangan kendali pertandingan. Performa tersebut membuat sektor kanan pertahanan menjadi salah satu area yang berhasil dimanfaatkan Brighton.
Ayden Heaven menjadi pemain berikutnya yang mendapat perhatian setelah beberapa kesalahan terjadi di lini belakang. Ia kesulitan menghadapi duel fisik dengan Kostoulas ketika Brighton mencetak gol pertama. Heaven sempat berharap adanya keputusan offside, tetapi permainan tetap berjalan dan penyerang Brighton berhasil memanfaatkan situasi tersebut. Beberapa operannya juga tidak berjalan sempurna sehingga United kesulitan membangun serangan secara tenang dari pertahanan. Ketika Brighton meningkatkan intensitas pada babak kedua, tekanan terhadap Heaven semakin besar. Penampilan tersebut memperlihatkan masih perlunya konsistensi dari pemain muda itu ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan penting.
Leny Yoro juga tidak mampu memberikan kestabilan yang dibutuhkan lini pertahanan United. Bek asal Prancis tersebut sebenarnya sempat melakukan blok penting untuk mencegah Brighton mencetak gol pada babak pertama. Namun, beberapa kali Yoro kehilangan penguasaan bola ketika mencoba membawa bola keluar dari pertahanan. Koordinasinya dengan Heaven dan pemain belakang lainnya juga terlihat kurang solid ketika Brighton meningkatkan tempo permainan. Situasi menjadi semakin sulit setelah tim tamu berhasil menyamakan kedudukan. United akhirnya gagal mengembalikan kontrol pertandingan hingga Brighton mencetak gol kemenangan. Penampilan Yoro menjadi bagian dari evaluasi terhadap lini belakang yang kebobolan tiga kali setelah sempat unggul dua gol.
Noussair Mazraoui melengkapi deretan pemain bertahan yang mengalami pertandingan sulit. Ia sempat mengalami masalah fisik pada babak pertama tetapi tetap melanjutkan permainan. Brighton kemudian semakin aktif menyerang wilayah yang dijaganya pada babak kedua. Pada proses gol kemenangan De Cuyper, United gagal menghentikan pengiriman bola dari sisi pertahanan sebelum diselesaikan dari jarak dekat. Mazraoui tidak mampu memberikan tekanan yang cukup untuk menghentikan perkembangan serangan tersebut. Kondisi fisiknya juga terlihat memengaruhi intensitas permainan ketika pertandingan memasuki periode penting.
Berbeda dengan lini belakang, Shea Lacey menjadi salah satu sisi positif bagi Manchester United. Pemain muda tersebut mencetak gol pada menit kedelapan melalui penyelesaian dari luar kotak penalti dalam kesempatan menjadi starter. Mason Mount kemudian membuat United unggul 2-0 hanya dua menit berselang. Youri Tielemans juga tampil cukup aktif dalam membantu penguasaan lini tengah dan pembangunan serangan. Marcus Rashford beberapa kali berhasil memberikan ancaman melalui pergerakannya dari sisi lapangan. Namun, performa positif beberapa pemain tersebut tidak cukup karena United kehilangan kontrol setelah Brighton mencetak gol sebelum turun minum.
Masalah utama Manchester United terlihat ketika mereka gagal merespons perubahan permainan Brighton. Setelah tertinggal dua gol, tim tamu meningkatkan tekanan dan lebih berani menyerang pertahanan United. Gol Kostoulas menjelang berakhirnya babak pertama menjadi titik perubahan karena Brighton memasuki ruang ganti dengan momentum yang lebih baik. Pascal Gross kemudian menyamakan kedudukan pada babak kedua sebelum De Cuyper menyelesaikan kebangkitan tim tamu. Pergantian pemain yang dilakukan United juga belum memberikan dampak besar untuk mengembalikan dominasi. Keunggulan yang dibangun dengan cepat pada awal pertandingan akhirnya menghilang sepenuhnya.
Kekalahan 2-3 tersebut membuat Manchester United tersingkir pada putaran ketiga Carabao Cup. Hasil itu juga memperpanjang periode sulit mereka setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Manchester City di Liga Inggris. Bagi tim pelatih, performa pertahanan menjadi salah satu pekerjaan utama yang harus segera diperbaiki sebelum pertandingan berikutnya. Karl Darlow, Diogo Dalot, Ayden Heaven, Leny Yoro, dan Noussair Mazraoui menjadi lima pemain yang paling mendapat sorotan dalam kekalahan dari Brighton, meski hasil pertandingan tetap merupakan tanggung jawab tim secara keseluruhan. United kini harus segera mengalihkan perhatian kepada kompetisi berikutnya. Konsistensi permainan dan kemampuan mempertahankan keunggulan akan menjadi aspek penting yang perlu dibenahi agar hasil serupa tidak kembali terulang.





