Jakarta, 18 September 2026 – Basarnas bersama TNI Angkatan Laut mengerahkan 46 penyelam untuk mencari 126 korban yang masih belum ditemukan dalam insiden KM Virgo Transport 8. Operasi bawah air difokuskan pada lokasi bangkai kapal yang telah ditemukan di dasar perairan dengan kedalaman sekitar 30 meter. Tim SAR memperkuat pencarian karena terdapat kemungkinan sebagian korban masih berada di dalam badan kapal maupun di sekitar titik tenggelam. Penyelaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus, jarak pandang bawah air serta keamanan personel. Sejumlah kapal dan peralatan pendukung juga disiagakan untuk membantu operasi di permukaan. Pencarian terus diperluas agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat diperiksa secara menyeluruh.
Sebanyak 46 penyelam tersebut berasal dari unsur Basarnas dan TNI AL yang memiliki kemampuan melakukan operasi pencarian bawah air. Mereka bekerja secara bergantian karena waktu penyelaman pada kedalaman tertentu harus dibatasi demi menjaga keselamatan. Setiap tim memperoleh sektor pemeriksaan untuk menghindari pengulangan pencarian pada bagian yang sama. Penyelam juga berupaya memeriksa akses menuju bagian dalam kapal apabila kondisi struktur memungkinkan. Material kapal, barang bawaan dan berbagai benda yang berada di sekitar bangkai menjadi tantangan tersendiri bagi personel. Koordinasi dari permukaan terus dilakukan untuk memastikan setiap penyelaman berlangsung sesuai prosedur keselamatan.
Bangkai KM Virgo Transport 8 sebelumnya ditemukan pada kedalaman sekitar 30 meter setelah tim SAR melakukan pemetaan menggunakan perangkat pendeteksi bawah air. Posisi kapal diketahui telah bergeser sekitar 1,6 mil dari perkiraan titik awal akibat pengaruh arus laut. Temuan tersebut kemudian menjadi fokus utama pencarian karena memberikan petunjuk baru mengenai kemungkinan keberadaan korban. KRI Canopus turut digunakan dalam operasi untuk membantu pemetaan dan mendukung pencarian di sekitar lokasi. Selain penyelaman, tim tetap melakukan penyisiran di permukaan laut untuk mengantisipasi korban yang terbawa arus. Pola pencarian terus diperbarui berdasarkan kondisi cuaca dan pergerakan arus di kawasan operasi.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan membawa 243 orang ketika mengalami kecelakaan dan kehilangan kontak dalam pelayarannya. Sejak operasi SAR dimulai, petugas telah menemukan serta mengevakuasi sejumlah penumpang, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan. Data korban diperbarui secara berkala karena proses identifikasi dan pencocokan informasi penumpang masih berlangsung. Tim SAR juga berkoordinasi dengan keluarga untuk memperoleh data yang dapat membantu proses identifikasi apabila ditemukan korban. Informasi ante mortem dan pemeriksaan post mortem menjadi bagian penting dalam memastikan identitas korban. Petugas meminta keluarga tetap berkoordinasi melalui posko resmi agar data yang digunakan dalam operasi tetap akurat.
Selain 46 penyelam, sedikitnya 15 armada dari berbagai unsur dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian. Kapal-kapal tersebut memiliki tugas mulai dari membawa personel, melakukan penyisiran permukaan hingga mendukung kebutuhan logistik dan keselamatan penyelam. Kondisi laut menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan karena arus dapat berubah dan memengaruhi visibilitas di bawah air. Apabila kondisi dinilai membahayakan, penyelaman dapat dihentikan sementara sebelum dilanjutkan ketika situasi kembali memungkinkan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas meskipun pencarian dilakukan secara intensif. Basarnas bersama seluruh unsur SAR terus mengevaluasi metode pencarian berdasarkan temuan terbaru di lapangan.
Operasi terhadap 126 korban yang masih dicari akan terus dilakukan dengan memaksimalkan pencarian bawah air dan penyisiran permukaan. Penemuan bangkai kapal pada kedalaman yang masih dapat dijangkau penyelam memberikan peluang untuk melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap bagian dalam KM Virgo. Namun, proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati karena kondisi struktur kapal belum sepenuhnya diketahui. Tim SAR akan menyesuaikan strategi berdasarkan hasil setiap penyelaman dan perkembangan cuaca di lokasi. Koordinasi Basarnas, TNI AL serta unsur terkait diharapkan mempercepat pencarian sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga korban. Seluruh sumber daya yang tersedia akan terus diarahkan untuk menemukan korban yang masih dinyatakan hilang.






